Lomba Inovasi Daerah

Tahun 2023

Lomba Inovasi Daerah

Tahun 2023

Data Inovasi

Nama Inovasi BERISIK "Belajar IPA ter Integrasi TIK", Penggunaan Multimedia Interaktif Sebagai Solusi Cerdas Pembelajaran IPA di Sekolah
Bentuk Inovasi Pelayanan Publik
Inisiator Inovasi Diki Darmawan
Tahapan Inovasi Penerapan
Jenis Inovasi Digital
Urusan Inovasi Pendidikan
Rancang Bangun
  Didalam bidang pendidikan sangat banyak bidang-bidang ilmu yang terus berkembang dan  salah satunya adalah IPA. Berdasarkan asal katanya, maka perkataan IPA berarti ilmu pengetahuan yang didapat dengan berpikir (bernalar). IPA lebih menekankan kegiatan dalam dunia rasio (penalaran),  menekankan dari hasil eksperimen atau hasil observasi IPA terbentuk karena pikiran – pikiran manusia, yang berhubungan dengan ide, proses dan penalaran
  Dari segi istilah, IPA atau Ilmu Pengetahuan Alam berarti ilmu tentang pengetahuan alam. Pengetahuan alam sendiri sudah jelas artinya adalah pengetahuan tentang alam semesta dengan segala isinya. Hakekat IPA yaitu (1) proses dari upaya manusia untuk memahami berbagai gejala alam. Artinya bahwa diperlukan suatu cara tertentu yang sifatnya analisis, cermat, lengkap serta menghubungkan gejala alam yang satu dengan gejala alam yang lain sehingga keseluruhannya membentuk sudut pandang yang baru tentang objek yang diamati, (2) produk dari upaya manusia untuk memahami berbagai gejala alam. Artinya produk berupa prinsip-prinsip, teori-teori, hukum-hukum, konsep-konsep maupun fakta-fakta yang kesemuanya itu ditunjukkan untuk menjelaskan tentang berbagai gejala alam, (3) faktor yang dapat mengubah sikap dan pandangan manusia terhadap alam semesta, dari sudut pandang mitologis menjadi sudut pandang ilmiah.
Pembelajaran abad 21 dapat diartikan sebagai pembelajaran yang memberikan kecakapan kepada peserta didik yaitu, 4C yang meliputi, (1) communication, (2) collaboration, (3) critical thingking and problem solving, dan (4) creative and innovative. Pendidikan abad 21 juga menekankan HOTS (Higher Other Thingking Skills), intregrasi literasi dan pemanfaatan teknologi (TIK) dalam proses belajar mengajar.
  Pembelajaran IPA yang abstrak akan lebih baik lagi jika diintegrasikan dengan media pembelajaran berbasis teknologi (TIK). Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran IPA menjadi sebuah trobosan dan alternatif yang dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa dalam belajar. Dalam dunia pendidikan teknologi merupakan suatu media yang akan terus dikembangkan karena pemanfaatan teknologi sangat berperan dalam menunjang aktivitas belajar mengajar di sekolah.
Salah satu teknologi yang akan Inventor kembangkan adalah pembuatan Aplikadi Pembelajaran IPA berupa Multi Media Interaktif. Multimedia interaktif merupakan suatu media pembelajaran yang memadukan audio, visual dan animasi dalam rangka penunjang pembelajaran. Sebagai media yang relatif baru diimplementasi dalam pembelajaran, penggunaan multimedia interaktif dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam menarik untuk dikaji dari berbagai aspek baik dari sisi siswa, guru maupun sarana pendukung. Dari aspek siswa misalnya keterlibatan aktif siswa, ketepatan mengerjakan tugas, antusiasme siswa dan hasil belajar siswa. Dari sisi guru, misalnya penguasaan guru terhadap teknologi informasi, keterampilan guru dalam menyiapkan pembelajaran dan memberikan evaluasi. Sementara dari sisi sarana prasarana, seperti tersedianya gawai yang tersedia di sekolah.
  Dari latar belakang permasalahan tersebut inventor berinisiatif untuk membuat sebuah trobosan inovasi dalam ranah pelayanan dan pendidikan berupa aplikasi pembelajaran IPA yang menarik dan interaktif yang diharapkan mampu menumbuhkan motivasi dan peningkatan hasil belajar siswa di sekolah, yang berjudul BERISIK, Belajar IPA ter Integrasi TIK, Penggunaan Multimedia Interaktif Sebagai Solusi Cerdas Pembelajaran IPA di Sekolah”
Tujuan Inovasi
Berdasarkan  pada  latar belakang  masalah  tersebut  tujuan  dibuatnya inovasi ini adalah untuk
  1. Mengetahui peningkatan keaktifan belajar siswa dalam penggunaan TIK berupa multimedia interaktif pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di sekolah.
  2. Mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam penggunaan TIK berupa multimedia interaktif pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di sekolah.
Manfaat Inovasi
Manfaat yang diharapkan diperoleh dari pembuatan inovasi ini adalah :
  1. Manfaat Teoritis                                                            
Inovasi ini bermanfaat untuk pengembangan konsep teoritis pentingnya penggunaan TIK berupa multimedia interaktif dalam pembelajaran di sekolah
  1. Manfaat Praktis
Inovasi ini bermanfaat untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa, serta meningkatkan keterampilan guru dalam mengelola dan melaksanakan pembelajaran berbasis kemajuan teknologi
Hasil Inovasi
Berdasarkan hasil pembuatan inovasi ini, dapat dirumuskan beberapa hasil sebagai berikut:
  1. Penggunaan TIK berupa multimedia interaktif dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di sekolah memiliki dampak positif dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa yang ditunjukkan dengan persentase keaktifan siswa dalam pembelajaran  tanpa menggunakan multimedia interaktif sebesar 67,7 % dengan kategori aktif, meningkat menjadi 85,5 % dengan kategori amat aktif dalam pembelajaran  menggunakan multimedia interaktif
  2. Penggunaan TIK berupa multimedia interaktif dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam  memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa yang ditunjukkan dengan persentase ketuntasan belajar tanpa menggunakan multimedia interaktif yakni 27,2 %, meningkat sebesar 27,2 % menjadi 81,8 % dengan menggunakan multimedia interaktif.
Waktu Ujicoba 14-02-2022
Waktu Implementasi 09-05-2022

Keterisian Indikator

No Indikator Keterangan Parameter Bukti Dukung Skor
1 Regulasi Inovasi * Regulasi yang menetapkan nama-nama inovasi daerah yang menjadi landasan operasional penerapan inovasi daerah
2 Ketersediaan SDM Terhadap Inovasi Daerah * Jumlah SDM yang mengelola inovasi daerah (Tahun Terakhir)
3 Dukungan Anggaran Anggaran Inovasi Daerah dalam APBD dengan tahapan inisiasi (Penyampaian ide, rapat, proposal, penulisan kajian), ujicoba (pilot project, perekayasaan, laboratorium lapangan, dan sejenisnya), dan penerapan (penyediaan sarana prasarana, sumber daya manusia dan layanan, bimtek, urusan jenis layanan)
4 Alat Kerja Alat kerja dalam pelaksanaan Inovasi yang diterapkan
5 Bimtek Inovasi Peningkatan kapasitas dan kompetensi pelaksana inovasi daerah baik sebagai penyedia atau penerima bimtek
6 Integrasi Program Dan Kegiatan Inovasi Dalam RKPD Inovasi Perangkat Daerah telah dituangkan dalam program pembangunan daerah
7 Keterlibatan aktor inovasi Keikutsertaan unsur Stakeholder dalam pelaksanaan inovasi daerah (T-1 dan T-2)
Unsur Stakeholder meliputi:
Pemerintah;
Pelaku Bisnis;
Komunitas;
Akademisi;
Media Massa, dsb
8 Pelaksana Inovasi Daerah Penetapan Tim pelaksana inovasi daerah
9 Jejaring Inovasi Jumlah Perangkat Daerah yang terlibat dalam penerapan inovasi (dalam 2 tahun terakhir)
10 Sosialisasi Inovasi Daerah Penyebarluasan informasi kebijakan inovasi daerah (2 tahun terakhir)
11 Pedoman Teknis Ketentuan dasar Penggunaan inovasi daerah berupa buku petunjuk/manual book
12 Kemudahan Informasi layanan Kemudahan mendapatkan informasi layanan
melalui metode sebagai berikut :
Manual, seperti: tatap muka/jemput bola/noken/unit pelayanan administrasi;
Hotline, seperti: layanan email/telp;
Media Sosial, seperti: instagram/facebook/whatsapp, dsb;dan
Layanan Online, melalui website/web-aplikasi/aplikasi mobile (android atau ios).
13 Kemudahan Proses Inovasi yang Dihasilkan Waktu yang diperlukan untuk memperoleh proses penggunaan hasil inovasi
14 Penyelesaian Layanan Pengaduan Rasio Penyelesaian Pengaduan dalam tahun terakhir (Jumlah Pengaduan yang ditindaklanjuti/Jumlah Pengaduan
15 Layanan Terintegrasi Jaringan Prosedur yang dibuat secara daring (2 tahun terakhir)
16 Replikasi Inovasi Daerah telah direplikasi oleh daerah lain (T-2 s/d T-1)
17 Kecepatan Inovasi * Satuan waktu yang digunakan untuk menciptakan inovasi daerah
18 Kemanfaatan Inovasi * Jumlah pengguna atau penerima manfaat inovasi daerah (2 tahun terakhir)
19 Monitoring dan evaluasi Inovasi Daerah Kepuasan pelaksanaan penggunaan inovasi daerah (2 tahun terakhir)
20 Kualitas Inovasi Daerah * Kualitas inovasi daerah dapat dibuktikan dengan video penerapan inovasi daerah (2 Tahun Terakhir)
Data Pendukung:
ketentuan video memvisualisasikan 5 substansi:
1. Latar belakang inovasi;
2. Penjaringan ide;
3. Pemilihan ide;
4. Manfaat inovasi; dan
5. Dampak inovasi.
Video inovasi dilengkapi dengan cover thumbnail dan ada logo Kabupaten Natuna dan Kemendagri.