Lomba Inovasi Daerah
Tahun 2023
Data Inovasi
| Nama Inovasi | KUAT SIAP KUNJUNGAN IBU HAMIL ATERM, SIAP BERSALIN DI PUSKESMAS |
| Bentuk Inovasi | Pelayanan Publik |
| Inisiator Inovasi | SITI MASROCHANAH |
| Tahapan Inovasi | Penerapan |
| Jenis Inovasi | Non Digital |
| Urusan Inovasi | Kesehatan |
| Rancang Bangun | Keselamatan dan kesejahteraan ibu secara menyeluruh merupakan perhatian yang utama bagi seorang Bidan. Bidan bertanggung jawab memberikan pengawasan, nasehat dan asuhan bagi wanita selama masa hamil, bersalin dan nifas.
Pemberian asuhan kehamilan tidak hanya dilakukan di Puskesmas saja, tetapi dapat dimulai dari sub sistem masyarakat (keluarga). Semua ibu hamil berpotensi mempunyai resiko terjadinya bahaya/komplikasi persalinan dalam kehamilan dan persalinannya. Dampak komplikasi persalinan antara lain : kematian, kesakitan, kecacatan dan ketidaknyamanan.
Inovator banyak mendapat saran dari masyarakat khususnya ibu hamil, mereka ingin memeriksakan kehamilannya menggunakan USG, tetapi karena Puskesmas Bunguran Selatan tidak memiliki alat dan prasarana, mereka kesulitan untuk mendapatkan layanan tersebut.
Pada tahun 2021, Bunguran Selatan mendapat kasus kematian ibu sebanyak 2 orang. Hal ini menjadi tolak ukur dalam pelaksanaan pelayanan Kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Bunguran Selatan.
Inovator menjadikan ini sebagai salah satu indikator masalah, dan mulai mencari akar permasalahan, rumusan serta membuat analisis, hingga merencanakan matriks kegiatan.
Muncul beberapa inovasi yang melibatkan OPD terkait, diantaranya LAMPU PELITA TERANG LAGI ( Layanan Antar Jemput Pasien Persalinan, Akta dan surat Keterangan tidak urus lagi) bekerja sama dengan pihak DISDUKCAPIL MOU terkait kepengurusan surat AKTA Kelahiran. MOU dengan pihak KUA dengan program SELINAH (Konseling Pranikah). Hingga diharapkan dengan munculnya inovasi KUAT SIAP menjadi intervensi penguat dari latar belakang tersebut.
Inovasi sudah berjalan kurang lebih satu tahun, respon dari penerima manfaat sangat baik. Mereka mendapatkan layanan kunjungan rumah dan pengantaran pelayanan pemeriksaan USG dengan dokter. Untuk penerapan layanan inovasi KUAT SIAP ini bisa berjalan dengan baik di masyarakat dan tentunya dengan dukungan pihak terkait.
Inovasi KUAT SIAP dilakukan dengan latar belakang yang sangat menjadi beban tidak hanya untuk Puskesmas Bunguran Selatan, tetapi juga untuk Kabupaten Natuna, karena AKI (Angka Kematian Ibu) menjadi tolak ukur keberhasilan suatu Pemerintah Daerah.
Inovator berusaha megidentifikasi, menganalisis serta membuat matriks masalah, dan mendapatkan satu kegiatan yang bisa dilakukan secara bersama-sama dan berkesinambungan.
Diawali dengan membuat rencana kegiatan membentuk Forum Peduli KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) dalam mendukung P4K (perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi) peserta yang berpartisipasi diforum ini terdiri dari Camat, Kepala Desa, Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa, Kader-kader yang berperan di Kesehatan, Bidan Desa, tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat.
Dalam forum ini, membahas peran serta mereka dalam Kesehatan Ibu dan Anak sebagai berikut :
Setelah membentuk Forum Peduli KIA, dilanjutkan dengan program layanan KUAT SIAP. Yang melibatkan Bidan desa, dokter puskesmas, dan supir ambulance. Dengan alur, ibu hamil dilakukan kunjungan rumah oleh bidan desa, untuk mendapatkan komunikasi informasi serta edukasi terkait kehamilan dan persalinannya. Selanjutnya ibu hamil di advokasi untuk dilakukan pemeriksaan USG pada usia kehamilan cukup bulan. Dan saat ini KUAT SIAP juga dilakukan pada ibu hamil trimester awal, guna mendeteksi secara dini faktor resiko pada usia kehamilan awal.
KUAT SIAP melibatkan berbagai sector, pelaksanaan dalam gedung melibatkan kontribusi Bidan Koordinator sebagai pencetus kegiatan ini, Bidan Desa sebagai promotor langsung kesasaran kegiatan, Dokter sebagai sejawat yang memberikan diagnose dalam pelayanan, supir ambulance puskesmas juga sebagai promotor langsung kesasaran, serta Kepala Puskesmas sebagai pengambil kebijakan turunnya suatu kegiatan. Untuk luar gedung melibatkan Camat, Kepala Desa, Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa, Kader-kader yang berperan di Kesehatan, supir ambulance desa. tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat, mereka memberikan dukungan kelancaran dalam proses berjalannya KUAT SIAP ini di masing-masing Desa, pihak RSUD sebagai akhir layanan diharapkan bekerjasama memberikan kemudahan dalam pemberian layanan USG di RSUD.
KUAT SIAP mendapat anggaran dari APBD yaitu BOK DAK Non fisik, yang sudah masuk dan disetujui dalam RKA dan DPA tahun 2022.
Untuk keberlanjutan inovasi ini inovator selalu menjalin hubungan baik dengan mengadvokasi pemangku kepentingan, dan ditahun awal uji coba inovasi ini innovator meminta dukungan masyarakat serta meminta dukungan pihak Dinas Kesehatan untuk pemenuhan alat dan prasarana USG di Puskesmas, tentu dengan sumber daya Dokter dan Bidan yang mampu mengoperasikan alat USG tersebut nantinya. Dan puji syukur di awal tahun 2023 ini Puskesmas Bunguran Selatan mendapat USG set, dan ini sangat mendukung program Inovasi KUAT SIAP.
Evaluasi yang dilaksanakan terhadap inovasi ini melalui testimoni pada sasaran yaitu ibu hamil dan keluarga, mereka sangat membutuhkan layanan ini. Tindak lanjut hasil evaluasi ini dalam triwulan pertama di tahun 2022 sangat baik, dan antusias para sasaran, meskipun ada beberapa ibu hamil yang sulit mendapatkan jadwal dilakukan layanan. Sampai di semester 1 tahun 2023 ini banyak ibu hamil dari luar wilayah Bunguran Selatan dating untuk melakukan pemeriksaan USG di Puskesmas Bunguran Selatan.
Inovator mengucapkan banyak terimakasih pada semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan inovasi KUAT SIAP ini. Kita berharap bersama, tidak ada lagi AKI (Angka Kematian Ibu) di Kecamatan Bunguran Selatan agar terciptanya angka Kesehatan yang baik untuk seluruh masyarakat dan Pemerintah daerah Kabupaten Natuna. |
| Tujuan Inovasi |
|
| Manfaat Inovasi |
|
| Hasil Inovasi | Capaian AKI (Angka Kematian Ibu) tahun 2021, sebanyak 2 orang dari 58 kelahiran, dan 4 orang lahir tidak di fasilitas Kesehatan. Pada tahun 2022, Puji Syukur tidak ada AKI dan AKB dari 54 kelahiran dan 2 orang lahir tidak di fasilitas kesehatan . Diharapkan angka capaian persalinan di fasilitas kesehatan mencapai 100% dan kembali tidak ada AKI AKB di tahun 2023 ini. Hal yang membuat KUAT SIAP berbeda dengan kegiatan Inovasi lainnya adalah, kunjungan ibu hamil tidak hanya sekedar mendapat layanan standar puskesmas tapi mendapat layanan pemeriksaan USG dengan pengantaran dan penjemputan ke fasilitas layanan. |
| Waktu Ujicoba | 11-02-2022 |
| Waktu Implementasi | 04-03-2022 |
Keterisian Indikator
| No | Indikator | Keterangan | Parameter | Bukti Dukung | Skor |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Regulasi Inovasi * | Regulasi yang menetapkan nama-nama inovasi daerah yang menjadi landasan operasional penerapan inovasi daerah | |||
| 2 | Ketersediaan SDM Terhadap Inovasi Daerah * | Jumlah SDM yang mengelola inovasi daerah (Tahun Terakhir) | |||
| 3 | Dukungan Anggaran | Anggaran Inovasi Daerah dalam APBD dengan tahapan inisiasi (Penyampaian ide, rapat, proposal, penulisan kajian), ujicoba (pilot project, perekayasaan, laboratorium lapangan, dan sejenisnya), dan penerapan (penyediaan sarana prasarana, sumber daya manusia dan layanan, bimtek, urusan jenis layanan) | |||
| 4 | Alat Kerja | Alat kerja dalam pelaksanaan Inovasi yang diterapkan | |||
| 5 | Bimtek Inovasi | Peningkatan kapasitas dan kompetensi pelaksana inovasi daerah baik sebagai penyedia atau penerima bimtek | |||
| 6 | Integrasi Program Dan Kegiatan Inovasi Dalam RKPD | Inovasi Perangkat Daerah telah dituangkan dalam program pembangunan daerah | |||
| 7 | Keterlibatan aktor inovasi | Keikutsertaan unsur Stakeholder dalam pelaksanaan inovasi daerah (T-1 dan T-2) Unsur Stakeholder meliputi: Pemerintah; Pelaku Bisnis; Komunitas; Akademisi; Media Massa, dsb |
|||
| 8 | Pelaksana Inovasi Daerah | Penetapan Tim pelaksana inovasi daerah | |||
| 9 | Jejaring Inovasi | Jumlah Perangkat Daerah yang terlibat dalam penerapan inovasi (dalam 2 tahun terakhir) | |||
| 10 | Sosialisasi Inovasi Daerah | Penyebarluasan informasi kebijakan inovasi daerah (2 tahun terakhir) | |||
| 11 | Pedoman Teknis | Ketentuan dasar Penggunaan inovasi daerah berupa buku petunjuk/manual book | |||
| 12 | Kemudahan Informasi layanan | Kemudahan mendapatkan informasi layanan melalui metode sebagai berikut : Manual, seperti: tatap muka/jemput bola/noken/unit pelayanan administrasi; Hotline, seperti: layanan email/telp; Media Sosial, seperti: instagram/facebook/whatsapp, dsb;dan Layanan Online, melalui website/web-aplikasi/aplikasi mobile (android atau ios). |
|||
| 13 | Kemudahan Proses Inovasi yang Dihasilkan | Waktu yang diperlukan untuk memperoleh proses penggunaan hasil inovasi | |||
| 14 | Penyelesaian Layanan Pengaduan | Rasio Penyelesaian Pengaduan dalam tahun terakhir (Jumlah Pengaduan yang ditindaklanjuti/Jumlah Pengaduan | |||
| 15 | Layanan Terintegrasi | Jaringan Prosedur yang dibuat secara daring (2 tahun terakhir) | |||
| 16 | Replikasi | Inovasi Daerah telah direplikasi oleh daerah lain (T-2 s/d T-1) | |||
| 17 | Kecepatan Inovasi * | Satuan waktu yang digunakan untuk menciptakan inovasi daerah | |||
| 18 | Kemanfaatan Inovasi * | Jumlah pengguna atau penerima manfaat inovasi daerah (2 tahun terakhir) | |||
| 19 | Monitoring dan evaluasi Inovasi Daerah | Kepuasan pelaksanaan penggunaan inovasi daerah (2 tahun terakhir) | |||
| 20 | Kualitas Inovasi Daerah * | Kualitas inovasi daerah dapat dibuktikan dengan video penerapan inovasi daerah (2 Tahun Terakhir) Data Pendukung: ketentuan video memvisualisasikan 5 substansi: 1. Latar belakang inovasi; 2. Penjaringan ide; 3. Pemilihan ide; 4. Manfaat inovasi; dan 5. Dampak inovasi. Video inovasi dilengkapi dengan cover thumbnail dan ada logo Kabupaten Natuna dan Kemendagri. |